Pekerjaan pertama adalah pengalaman pertama di mana kita belajar. Kita dapat menggunakan pengalaman ini untuk melangkah ke tahap selanjtnya atau menjadikannya sebagai karier dengan langkah-langkah berikut :


  1. Kenali perusahaan dan kenali diri sendiri

Ambil waktu untuk mengenal dan memahami visi perusahaan tempat kita bekerja. Cara ini bukan hanya dapat membantu kita lebih cepat memahami pekerjaan kita, tetapi juga membantu kita mengenali minat-minat dan kekuatan-kekuatan kita secara lebih cepat. Belajar lebih banyak tentang diri sendiri membangun kepercayaan diri, membuat kita lebih inisiatif. Semakin kita mempertajam keterampilan kita, semakin besar rasa percaya diri yang kita dapatkan, semakin baik kinerja kita dan semakin besar kemungkinan untuk maju. Selalu ingat, pekerjaan pertama adalah untuk mendapatkan pengalaman professional dan membangun reputasi baik.

  1. Cermati dan ambil inisiatif

Belajar cara kerja sesuatu tanpa diminta akan membuat kita beda di perusahaan mana pun. Amati kegiatan sehari-hari atasan kita dan coba antisipasi kebutuhan-kebutuhan mereka. Apakah melaporkan status tentang sesuatu, menelepon klien, atau bahkan tahu kapan bias menawarkan secangkir kopi. Ambil inisiatif untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum disuruh.

  1. Keterampilan baru

Jika kita merasa pekerjaan kita bukan yang kita inginkan, pikirkan ketertampilan apa yang bisa kita peroleh di tempat kerja kita saat ini, yang dapat membantu kita beralih ke posisi yang lebih baik di masa depan. Buat daftar tugas atau hal-hal yang sudah kita kuasai saat ini, yang tidak bisa kita kerjakan ketika pertama kali mulai kerja. Mulai dari pekerjaan dasar seperti mem-file laporan, menggunakan software baru, atau belajar cara menghadapi berbagai tipe orang yang beda. Ini semua keterampilan yang akan membuat kita lebih bisa dipasarkan ketika saatnya melangkah maju.

  1. Aksi bicara lebih keras daripada kata-kata

Kecerdasan dan tanggung jawab sangant penting, tetapi untuk benar-benar maju dalam karier. Kita perlu melangkah melewati status quo. Langkah pertamanya adalah belajar keluar dari zona nyaman. Jika puny aide, jangan biarkan ide menetap pada tahapan ide. Ambil tindakan dan jalankan. Atasan tidak bisa membaca pikiran. Jika kita tidak bicara, hasrat kita untuk lebih terlibat dan maju akan lenyap tak berbekas.

  1. Sudahkah kita belajar segala sesuatu yang bisa kita pelajari ?

Kendati pun pegawai baru, selalu ada sesuatu yang baru untuk dipelajari, yang akan membantu kita di masa depan. Pada saat seperti itu kita semua bertanya-tanya, seperti apa hidup kita jika kita mengerjakan sesuatu yang lain. Tetapi, bekerja 100% pada pekerjaan yang sedang kita tekuni saat ini bukan hanya membuat kita lebih dikenal, tetapi kita juga akan lebih bahagia karena mengerjakan tugas secara baik dan tentu saja mendapatkan penilaian yang lebih baik. Tahu kapan harus melangkah maju itu penting, tetapi tidak maju dalam pekerjaan karena kita bosan dan tidak mengambil inisiatif untuk mengubah situasi kita sendiri itu tidak smart. Kendati pun kita tidak senang dengan posisi kita saat ini, belajar cara menangani tanggung jawab, cara bertindak secara terhormat dan memperlakukan rekan kerja secara adil, akan membantu kita untuk maju. Selalu ingat, kita dapat mengerjakan hal-hal besar bahkan hanya dengan mengerjakan tugas yang paling kecil.


Bagaimana memulai bisnis baru dari rumah ? Pertanyaan itu seringkali merupakan gambaran bagi pemula yang ingin memulai sebuah bisnis baru. Motivasi untuk berbisnis kuat tetapi untuk menentukan bisnis yang cocok kadangkala cukup sulit. Namun, jangan berkecil hati, untuk menentukan atau memulai sebuah bisnis, sebenarnya tidak terlalu sulit. Ide bisnis atau mengawali bisnis banyak dijumpai dimana-mana. Ide bisa datang dari lingkungan di mana kita bekerja, dari hobi, pengalaman sehari-hari atau melalui pengamatan mengenai sebuah fenomena bisnis di sekitar kita.


Hobi, pengamatan, mengcreate ide-ide baru bahkan meniru (follower) bisnis yang sudah ada adalah salah satu cara untuk memulai sebuah bisnis baru. Tetapi meniru atau memulai bisnis baru tidak semudah yang diduga. Ada sebuah persepsi yang beredar bahwa mengawali sebuah bisnis atau melakukan bisnis pertama kali 75% nya adalah gagal sementara 25% nya berhasil. Oleh karena itu, jarang sekali di kalangan pebisnis memulai bisnis ini dengan modal pinjaman. Ini juga berlaku pada bisnis skala rumahan yang umumnya tidak memerlukan modal besar.


Sebaiknya, untuk memulai bisnis pertama kali jangan memakai modal pinjaman. Risikonya, jika bangkrut kita pusing harus mengembalikan pinjaman tersebut. Namun, jangan berkecil hati karena kegagalan bisa dieliminir atau direduksi bila kita melakukan strategi yang tepat. Banyak juga di antara pelaku bisnis pemula yang sukses menjalankan usahanya hingga besar seperti sekarang.


Rencana matang adalah salah satu syarat mutlak saat kita melakukan bisnis. Sekecil apapun bisnis yang akan kita lakukan memerlukan sebuah rencana. Siapa target pasarnya? Di mana produk atau jasa itu dipasarkan? Seorang pengusaha hebat seperti Bob Sadino mengatakan bahwa untuk memulai usaha tidak seharusnya membuat terlalu banyak rencana karena apabila terlalu banyak rencana maka bisnis kita tidak akan berjalan tetapi hanya berisi rencana-rencana saja. Jadi, lebih baik memilih rencana yang tepat dan apabila terjadi suatu masalah barulah kita membuat rencana kembali untuk memperbaiki bisnis kita. Selain itu, kita tidak bisa melakukan bisnis hanya dengan motivasi yang kuat saja karena banyak sekali kegagalan yang dialami oleh para pebisnis pemula yang memulai dengan modal semangat.


Strategi lainnya adalah berhemat. Kurangilah biaya-biaya yang tidak perlu. Fokuskan biaya yang dikeluarkan hanya untuk kepentingan bisnis. Jangan dipakai untuk yang lainnya. Carilah pelanggan yang berdaya beli, bila perlu bujuklah teman dekat kita untuk terlibat dalam bisnis atau sebagai pelanggan. Setelah itu, mintalah rekomendasi dari mereka untuk menambah pelanggan kita. Untuk memperluas pasar, carilah koneksi dan bentuklah jejaring (networking). Koneksi atau jaringan pertemanan tidak selamanya buruk tetapi lewat cara ini bisnis kita akan mudah dikenal.


Selain itu, beriklanlah atau berpromosi, bila perlu kita mengikuti ekspo atau pameran untuk mendukung pemasaran bisnis kita. Jika tidak memiliki biaya, pakailah sistem barter. Cara ini diyakini merupakan sarana yang ampuh untuk menjadikan bisinis kita dikenal. Perlu diingat, sebelum melakukan semuanya, hal yang harus diperhatikan adalah membuat sistem, baik itu untuk keuangan usaha dan operasionalisasi bisnis kita. Bisnis kita tidak akan berhasil dengan bagus bila kita tidak memiliki sebuah sistem. Sekecil apapun atau sesederhana sistem itu sangat penting dan harus kita punya untuk menjalankan bisnis. Jika beberapa hal itu sudah dilakukan, persepsi tentang 75% bisnis pertama kali akan bangkrut menjadi hilang.





*** SELAMAT MEMULAI BISNIS ***

Wawancara kerja selalu menjadi bagian yang menakutkan yang harus dihadapi para pelamar kerja. Indeks Prestasi semasa kuliah tak ada kaitannya dengan jawaban-jawaban yang diberikan saat wawancara. Keadaan ini mengharuskan kita berhadapan langsung dengan calon atasan. Orang yang pintar sekalipun mungkin saja terpeleset lidah dan mengucapkan sesuatu yang membuat citranya buruk di depan pewawancara. Itulah mengapa perlu dibutuhkan persiapan ekstra menghadapi wawancara, setidaknya kita tidak akan mendapat kejutan, bahkan mungkin merasa nyaman saat menjalani wawancara kerja.

Marci Alboher dari Working the New Economy mengumpulkan 6 pertanyaan yang paling umum diajukan dan bagaimana menjawabnya secara tepat. Tentu saja tidak ada jawaban yang benar maupun salah, tetapi bagaimana cara berpikir untuk menjawab pertanyaan itulah yang membawa kita ke proses selanjutnya. Cobalah amati jawaban-jawaban yang disarankan beberapa career coach andal yang membuat kita mempunyai ide bagus untuk jawabannya.


“APA KELEMAHAN ANDA?”

Kunci menjawabnya, tidak lain dengan sesuatu yang jujur tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap pekerjaan ( menurut pendapat Miriam Salpeter sorang career coach ). Sebenarnya yang lebih penting dari pertanyaan ini adalah bagaimana kita mengatasi kelemahan itu. Miriam memberikan contoh bagaimana seorang programmer komputer sebaiknya menjawab, “Bicara di depan banyak orang membuat saya takut, tetapi saya berusaha menjadi pembicara yang lebih baik. Saya ikut kursus public speaking, berlatih bicara di depan cermin, membayangkan ada kerumunan orang di hadapan saya.” Ini contoh yang baik, bicara di depan publik bukan sesuatu yang penting bagi pekerjaan programmer. Miriam mengingatkan untuk tidak mengatakan satu hal, yakni Anda perfeksionis. Biasanya tidak ada seorang pun yang ingin bekerja sama dengan orang yang perfeksionis.


“COBA CERITAKAN PADA SAYA MENGENAI DIRI ANDA”

Sering juga dinyatakan dengan kalimat lain, seperti “Mengapa Anda pikir Anda orang yang paling tepat untuk pekerjaan ini?” atau “Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?” atau “Apa yang membedakan Anda dari kandidat lain?”. Pertanyaan ini bukanlah undangan bagi kita untuk menuturkan biografi tetapi lebih sebagai kesempatan untuk mengambil beberapa poin penting dari cerita kita yang bisa dimanfaatkan untuk menyesuaikannya dengan posisi yang diincar. Jika kita lahir dan dibesarkan di Jakarta misalnya, menjadi topik bagus jika kita mengincar posisi pemasaran di perusahaan pariwisata. Tetapi ini tidak penting jika kita mengincar jabatan di perusahaan internasional. Kecuali jika kita fasih berbicara dalam 3 bahasa asing dan pernah bekerja di luar negeri.


“ANDA PERNAH GAGAL? BAGAIMANA MENGATASINYA?”

Manusiawi jika kita melakukan kesalahan. Yang terpenting, bagaimana kita memilih cerita yang bisa menunjukkan apa yang kita pelajari dari pengalaman itu. Career coach Chandlee Bryan memberi contoh klasik yang bisa dijadikan pedoman, ketika kita diberi banyak tanggung jawab atau setuju melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak sempat dilakukan karena keterbatasan waktu. Cara mengatasinya sederhana saja. Bahwa setelah kesalahan yang satu itu kita sudah tahu komitmen seperti apa yang bisa diberikan dalam jangka waktu tertentu.


“PERUBAHAN APA YANG ANDA BAWA KE DALAM PERUSAHAAN KAMI JIKA ANDA MASUK TIM KAMI?”

Penulis buku Get the Job You Want Even When No One is Hiring. Ford R Mayers mengingatkan untuk berhati-hati menjawab pertanyaan ini. Tidak peduli betapa nyamannya perasaan kita dalam situasi ini. Kita tetap saja outsider, orang luar, dan belum tahu cerita di dalam perusahaan tersebut. Jika saran kita bagus pun, kita bisa saja membuat mereka kelihatan seperti idiot, jika mereka memandangnya secara berbeda. Dan jika kita mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan budaya perusahaan, kita sendiri yang terlihat seperti idiot. Jadi bagaimana menjawab pertanyaan seperti ini, Ford berkata lebih baik mengatakan, “Saya tak bisa menjadi dokter yang baik jika saya memberikan diagnosis sebelum memeriksa pasien. Jika saya dipekerjakan, saya akan mengamati apa yang terjadi dan berbicara dengan banyak orang. Dan setelah memeriksa situasinya secara menyeluruh, saya akan mendatangi Anda dengan masukan-masukan berharga. Mudah-mudahan kita dapat berkolaborasi dan menemukan solusi yang paling tepat.”


“MENGAPA ANDA KEMBALI KE BIDANG ATAU PERUSAHAAN YANG TELAH ANDA TINGGALKAN?”

Chandlee mengingatkan kunci menjawab pertanyaan ini dengan menampilkan waktu kita berada di luar bidang sebagai pengalaman belajar dan fokus pada apa yang kita tahu saat ini. Kita juga dapat menambahkan saat-saat berada di luar bidang membantu kita memahami, kita tampaknya lebih cocok bekerja di perusahaan besar ketimbang perusahaan kecil, misalnya atau mengenai perbedaan budaya dan berikan alasan mengapa perusahaan ini lebih cocok bagi kita.


“BERAPA GAJI YANG ANDA INGINKAN JIKA BEKERJA DI PERUSAHAAN KAMI?”

Untuk menjawab pertanyaan ini janganlah kita menjawabnya dengan kata “terserah perusahaan” karena akan menimbulkan image bahwa kita tidak percaya akan kemampuan kita di perusahaan. Sebaiknya kita menjawabnya dengan apa adanya sesuai dengan kemampuan kita.sehingga menimbulkan kesan bahwa kita mempunyai sesuatu yang lebih dibandingkan pelamar kerja yang lain.



*** Semoga Sukses ***

SEJARAH KARTU KREDIT


Konsep menggunakan sebuah kartu untuk memfasilitasi pembelian dikhayalkan pada tahun 1887 oleh Edward Bellamy dalam novelnya Looking Backward. Bellamy menggunakan kata credit card (kartu kredit) sebelas kali dalam novelnya tersebut. Kartu kredit modern adalah pengganti dari berbagai skim kredit dagang yang pertama kali digunakan pada dasawarsa 1920-an di Amerika Serikat, khususnya untuk menjual bahan bakar untuk para pemilik mobil yang junlahnya terus bertambah. Pada tahun 1938, beberapa perusahaan mulai menerima kartu yang diterbitkan oleh mitra dagangnya.
Konsep melakukan pembayaran kepada pedagang dengan menggunakan kartu ditemukan pada tahun 1950 oleh Ralph Schneider dan Frank X. Ceritanya, pada tahun 1949 Frank McNamara makan malam di Major’s Cabin Grill di New York. Ketika billnya keluar, Frank sadar kalau dompetnya tertinggal. Dari kejadian itu Frank kemudian mencari cara untuk mengatasi masalah yang pernah dia alami. Dia yakin pasti ada cara untuk membayar transaksi tanpa harus mengeluarkan uang tunai. Akhirnya, pada Februari 1950 dia kembali makan di Major’s Cabin Grill bersama temannya Ralph Schneider. Ketika billnya keluar dia membayarnya dengan sebuah kartu kredit “multi fungsi” yang pertama terbitan Diners Club, yang sebagian merupakan hasil merger dengan Dine and Sign.
Selanjutnya, kartu kredit ini dapat digunakan untuk membayar transaksi di 27 restoran di New York yang bekerja sama dengan Diners Club ( saat ini Diners Club telah memperluas cakupannya menjadi tidak hanya terbatas pada restoran ). Delapan tahun kemudian, tepatnya tahun 1958, Bank Amerika juga menerbitkan BankAmericard, yang kemudian berevolusi menjadi Visa. MasterCard kemudian muncul tahun 1966 ketika sekelompok bank penyedia kredit bergabung dan mendirikan asosiasi kartu interbank ( Interbank Card Association/ICA ) untuk membentuk sistem kartu kredit nasional. ICA saat ini dikenal dengan sebutan MasterCard ( merupakan organisasi keanggotaan semacam koperasi dengan anggota perusahaan-perusahaan ) yang dimiliki oleh lebih dari 25.000 institusi keuangan yang menerbitkan kartunya. MasterCard adalah merek dari kartu kredit yang diterbitkan peusahaan tersebut. Pada tahun 1966 juga Barclaycard di UK meluncurkan kartu kredit pertama di luar AS.


KESALAHAN MEMAHAMI PENGGUNAAN KARTU KREDIT



Penggunaan kartu kredit saat ini banyak disalahartikan. Ada yang menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari, sementara kemampuan membayar tidak ada kemudian debt collector pun mengejar-ngerjarnya. Salah memahami penggunaan kartu kredit memang bisa berakibat fatal. Nasabah dianggap gagal bayar dan penyelesaiannya dilakukan dengan cara yang cenderung tidak nyaman bagi nasabah yakni melalui debt collector atau penagih kredit. Hal ini dapat ditarik kesimpulan, selain akibat kurangnya sosialisasi, kasus-kasus gagal bayar juga menunjukkan adanya kesalahan pemilihan segmen pasar kartu kredit dari para penerbit. Sehingga segmen nasabah yang sebenarnya bukan nasabah potensial kartu kredit justru tergarap. Sebaliknya, masih banyak pasar potensial yang belum tergarap sehingga ada kesalahan dalam membidik segmen nasabah.


KEJAHATAN KARTU KREDIT



Kejahatan kartu kredit ini sudah menjadi industri tersendiri. Para sindikat pencurian biasanya mencuri data pemegang kartu kredit dengan 2 cara. Pertama masuk host link dan kedua dengan menggunakan alat konvensional. Dengan cara konvensional pelaku menggunakan card skimmer dan chip implant. Kedua alat ini ditempelkan ke Elektrik Data Capture (EDC ) merchant. Mereka juga memakai jasa hacker atau pemalsu data sebagai perumus data bank. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI ) sendiri sangat khawatir terhadap kejahatan ini, karena pencurian data ini melibatkan orang dalam atau orang dalam yang sudah keluar dari peusahaan penerbit kartu kredit. Untuk mencegah kejahatan semacam ini, Bank Indonesia mewajibkan setiap penerbit kartu kredit untuk menggunakan teknologi chip sebelum 31 Desember 2009 dan tidak lagi memakai pita magnetik. Kebijakan ini bertujuan untuk meminimalisir kerugian yang ditimbulkan kejahatan kartu kredit, sebab penggunaan pita magnetik yang dipakai pada kartu kredit di Indonesia tidak aman dari tindak kejahatn.
Namun pada tahun 2010 masih banyak terjadi kasus-kasus kartu kredit pada mesin ATM. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi para nasabah pemegang kartu kredit yang akan menggunakan mesin ATM. Selain diperlukan peran pemerintah dan bank penerbit kartu kredit, para nasabah juga diharuskan untuk berhati-hati dalam penggunaan kartu kredit pada mesin-mesin ATM. Akhirnya, untuk mengatasi kasus-kasus ATM tersebut maka diluncurkan program “Si Biru” yang memberikan panduan dalam menggunakan mesin ATM yang baik agar terhindar dari modus-modus kejahatan ATM.


Judul : Manajemen Strategik Pada PT Mustika Ratu Tbk

KELOMPOK 2 4EB01

AGE ESTRI BUDIARTI 20206022

DINA EKASARI 21206205

FENNY EKAPRIYANI 20206357

HENI KISWATI 20206427

RISKA AMELIA 20206837

SISCA AYU WULANDARI 20206920

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Seiring dengan menggemanya semangat “back to nature”, banyak orang diseluruh dunia kini makin menggandrungi produk-produk yang terbuat dari bahan alami dan proses produksinya tidak merusak alam. PT. Mustika Ratu sebagai salah produk kosmetika tradisional Indonesia yang saat ini sudah mencapai puncaknya berusaha untuk terus menyempurnakan dan mengembangkan setiap aspek usahanya. Bila dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang besar, sekitar 220 juta jiwa, dan hampir lebih dari setengahnya adalah kaum wanita, Mustika Ratu mempunyai kesempatan untuk mendominasi pasar kosmetika nasional dengan produk-produknya yang berbahan dasar alami.

Sayangnya image PT. Mustika Ratu sebagai kosmetika “kalangan menengah ke bawah” sampai saat ini masih melekat di benak setiap orang, sehingga hal ini dapat mengganggu promosi dan kampanye Mustika Ratu dalam menggusung kosmetika tradisional ke pasar luar negeri. Walaupun sampai saat ini, PT. Mustika Ratu tetap menjadi salah satu sponsor utama dalam Pemilihan Puteri Indonesia dan sekarang sudah mulai Go Internasional dengan mengirimkan Puteri Indonesia untuk mengikuti pemilihan Miss Universe, tetap saja aktivitas ini tidak mengangkat image Mustika Ratu. Produk ini biasanya dipakai oleh para artis, penyanyi ataupun model papan atas Indonesia tetapi kurang membawa Mustika Ratu ke posisi yang lebih baik. Selain itu, dengan adanya isu global warning saat ini dan keadaan udara yang kotor membuat semua orang khawatir dengan keadaan kecantikan dan tubuh mereka khususnya wanita.

Dengan adanya peluang tersebut maka banyak perusahaan yang yang memproduksi produk kosmetika dan perawatan tubuh, sehingga menimbulkan persaingan yang ketat. Dengan situasi dan kondisi tersebut mau tidak mau memaksa setiap perusahaan terus mengembangkan usahanya serta secara intensif memantau kondisi pesaing. Demi tercapainya misi, tujuan, dan kebijakan perusahaan tersebut, setidaknya dibutuhkan suatu rencana kerja yang bernama strategi pemasaran pada umumnya dan strategi kosmetika dan perawatan tubuh pada khususnya. Untuk menetapkan suatu strategi tersebut, perusahaaan kosmetika dan perawatan tubuh perlu mengamati lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Dengan demikian perusahaan dapat melihat apa yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan.

1.2 Sejarah Mustika Ratu

PT Mustika Ratu didirikan Mooryati Soedibyo lahir di Surakarta, 5 Januari 1928 sebagai puteri yang tumbuh di dalam Kerajaan Keraton Surakarta, dibawah pengawasan kakek dan neneknya. Tradisi keluarga yang aristokrat sudah menjadi bagian hidup sehari-hari dari puteri ini sejak kecil. Dengan sangat sabar dan perhatian, puteri keraton ini mempelajari keterampilan meramu bahan-bahan alami untuk dibuat Jamu untuk perawatan kesehatan dan kecantikan.

Dibimbing langsung oleh eyang puterinya, Mooryati tak hanya mempelajari tetapi juga mewarisi pengetahuan memilih tetumbuhan berkhasiat, serta meraciknya menjadi ramuan yang bermanfaat bagi kesehatan maupun kecantikan yang selama ini hanya menjadi monopoli para bangsawan. Menginjak usia 15 tahun, Mooryati sudah menguasai teknik tata rias dengan baik. Puteri yang cekatan ini mulai membantu merias penari Bedhaya dan Serimpi yang akan pentas di Keraton.

Pada tahun 1956, Mooryati menikah dan meninggalkan kehidupan keraton yang serba dilayani. Ia mulai terjun ke masyarakat, memasuki kehidupan perkawinan dengan mendampingi dalam tugas-tugas suaminya. Dengan hidup barunya inilah, datang kesempatan untuk mengembangkan ketrampilannya. Dalam mengisi waktu luangnya, ibu muda ini membuat lulur dan jamu untuk diberikan secara cuma-cuma kepada isteri teman sejawat suami.

Keterampilan Mooryati Soedibyo menjadi terkenal di kalangan ibu-ibu setempat. Ibu-ibu yang hendak mengawinkan anaknya minta tolong dibuatkan jamu Komajaya, Komaratih, Lulur, Mangir, Parem lengkap, dan lain lain. Saat itu belum terlintas untuk berwiraswasta di bidang jamu dan kosmetika tradisional. Semua itu beliau lakukan semata-mata sebagai hobi, bukan bisnis. Akan tetapi, merasa senang dengan pesanan yang meningkat dari teman-temannya, pada tahun 1973 beliau memulai untuk membuatnya dalam skala besar, di garasi rumahnya, dibantu dengan dua orang pembantu.

Awal pendirian Perseroan ini pada tahun 1975, dimulai dari garasi kediaman Ibu Mooryati Soedibyo. Tahun 1978 Perseroan mulai menjalankan usahanya secara komersial, yaitu dengan memproduksi jamu yang didistribusikan di Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Medan. Dalam perkembangannya permintaan konsumen semakin meningkat, hingga pada tahun 1980-an Perseroan mulai mengembangkan berbagai jenis kosmetika tradisional.

Pada tanggal 8 April 1981 pabrik Perseroan resmi di operasikan. Dalam rangka memperkokoh struktur permodalan serta mewujudkan visinya sebagai perusahaan Kosmetika dan Jamu Alami Berteknologi Tinggi Terbaik di Indonesia., Perseroan melakukan penawaran umum perdana dan mencatatkan sahamnya di PT. Bursa Efek Jakarta pada tahun 1995. Perseroan mulai menerapkan standar internasional ISO 9002 tentang Sistem Manajemen Mutu serta ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan sejak tahun 1996.

Ruang lingkup kegiatan Perseroan meliputi pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat, dan kegiatan usaha lain yang berkaitan.Perseroan berdomisili di Jalan Gatot Subroto Kav. 74 – 75, Jakarta Selatan dan pabrik berlokasi di Jalan Raya Bogor KM 26,4 Ciracas Jakarta Timur.

Perusahaan ini pun telah lama tumbuh berdasarkan prinsip tersebut. Produk-produk jamu dan kosmetika tradisional Mustika Ratu dibuat dari bahan-bahan alami. Hampir seluruh produk kami diramu sesuai resep leluhur, pusaka Keraton Surakarta Hadiningrat, yang diwariskan turun menurun. Namun kini produk-produk ini dibuat dengan menggunakan teknik dan mesin modern yang memenuhi standar ketat kualitas dan keamanan. Berawal dari usaha rumah tangga,kini telah tumbuh menjadi perusahaan consumer products yang besar. Produk-produk Mustika Ratu kini menempati posisi puncak di pasar domestik dan diterima baik di pasar luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Bertolak dari keberhasilan ini, perusahaan berencana untuk meningkatkan ekspor dan penetrasi ke pasar internasional. Mustika Ratu kini memusatkan usahanya pada produk jamu dan kosmetika tradisional, yang kategori produknya – baik jenis produk maupun mereknya – terus berkembang.

Mustika Ratu akan terus menyempurnakan dan mengembangkan setiap aspek usahanya. Dengan ini, kami berharap untuk terus meningkatkan performa perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi pada masyarakat.

Setelah mendapat tanggapan positif dari negara sendiri, Mustika Ratu mencoba melangkah ke mancanegara. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan kompetitif untuk menembus pasar internasional, Mustika Ratu melakukan ekspor ke sejumlah negara. Pasar terbesar Mustika Ratu adalah Malaysia, menyusul Brunei dan Singapura.

Ternyata, apa yang dimulai sebagai industri kecil dari rumah, setelah bertahun-tahun, berkembang menjadi perusahaan manufaktur yang besar. Ketekunan dan kepemimpinan Mooryati Soedibyo terbukti menghasilkan bisnis keluarga yang berhasil dibidang kesehatan dan kecantikan. Saat ini bisnis yang bermula dari bidang jamu-jamuan itu telah meluas pada bisnis perawatan kecantikan seperti SPA.

Selain daripada itu, bisnis ini telah membantu mengurangi pengangguran, dengan merekrut sekitar 3000 tenaga kerja. Dengan kata lain, Mustika Ratu turut memperbaiki taraf hidup 3000 keluarga Indonesia. Tidak hanya itu, bisnis ini juga turut menjadi kebanggaan Indonesia sebagai salah satu produk bermutu yang berbahan dasar, dibuat, dan dihasilkan dari sumber daya Indonesia, yang disukai di mancanegara. Tentu saja, ini akan membuahkan devisa bagi negara kita, dan turut berperan menjaga kestabilan ekonomi negara ini.

1.3 Visi dan Misi PT Mustika Ratu

VISI MUSTIKA RATU

Menjadikan warisan tradisi keluarga leluhur sebagai basis industri perawatan kesehatan/kebugaran dan kecantikan melalui proses modernisasi teknologi berkelanjutan, dan mengandalkan tumbuuh-tumbuhan dari alam sebagai sumber bahan baku utama.

MISI MUSTIKA RATU

Falsafah kesehatan/kebugaran dan kecantikan/penampilan yang telah lama di tinggalkan masyarakat luas digali kembali oleh putri keraton sebagai royal hartege untuk dibagikan kepada dunia sebagai karunia tuhan dalam bentuk ilmu pengetahuan yang harus dipertahankan dan dilestarikan.

1.4 Produk – Produk PT Mustika Ratu

1. Mustika Ratu

2. Biocell

3. Mustika Putri

4. Bask

5. Ratu Mas

6. Moor's

7. Taman Sari Royal Haritege Spa

1.5 Budaya Perusahaan

1. Mengutamakan peningkatan kepuasan pelanggan

2. Bekerja dengan budaya kekeluargaan dan keakraban

3. Menghargai integritas dan profesionalisme yang tinggi

4. Menunjang kerjasama dan gotong royong dalam mencapai tujuan bersama

1.6 Penghargaan (Achievement)

Piagam Superbrand Awards, Best of the Best Entrepreneur of the Year – Ernst & Young, Indonesian Entrepreneur of the Year Award, Healty & Beauty Award – Watsons, Republika Piagam, Sahwali Award, Ernt Young Monte carlo, Piagam Brand Swa Puteri, Piagam Brand Swa Sliming Tea, Sertifikat ISO 14001:2004 – Sucofindo, Sertifikat ISO 9001, Penghargaan Limbah Award, Sertifikat Puteri, Sertifikat Mustika Ratu, IBBA 2006 Body Splash Cologne Category, IBBA 2006 Slimming Tea Category, IBBA 2007 Body Splash Cologne Category, IBBA 2007 Slimming Tea Category, Penghargaan Pelestarian Budaya Indonesia – Menteri Perindustrian & Perdagangan, Upakarti dalam Usaha Pelestarian Obat Tradisional – Presiden RI, Penghargaan Perusahaan Pemrakarsa, Pembuatan Lipstik Terbesar – MURI, Penghargaan HR Excellence dalam bidang Manajemen Pelatihan – Human Resources Indonesia & Majalah SWA, Indonesia’s Most Admired Companies (IMAC) 2007, Penghargaan Perusahaan Pembina Tenaga Kerja Terbaik Tingkat Propinsi – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan E-Company Award kategori The Best Manufacturing – Warta Ekonomi

BAB II

PERMASALAHAN

2.1 Masalah Pokok

Seperti yang diketahui, mulai banyaknya produk kecantikan murah dari luar negeri yang menyerbu Tanah Air, hal ini dapat dilihat dari keikutsertaan mereka dalam pameran Cosmobeaute Indonesia 2006 yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu dan adanya perusahaan yang menerapkan Multi Level Marketing (MLM) pada produk kecantikan yang sedikitnya 80% dari 100 peserta pameran tersebut berasal dari luar negeri yang menawarkan berbagai macam produk dan peralatan kecantikan.

Penurunan daya beli konsumen di karenakan adanya persaingan dari produk luar yang promosinya lebih agresif seperti memberikan katalog produk mereka sehingga konsumen dapat mengetahui produk yang ditawarkan. Hal itulah yang mempengaruhi penjualan di industri kosmetik dan perlu diperhitungkan oleh PT. Mustika Ratu dalam mempertahankan produknya agar tetap exist di pasaran.

A. Masalah Pokok Internal

1. SDM

Sebagai perusahaan yang memperkerjakan sekitar 3040 pegawai baik di pabrik, kantor pusat, maupun cabang-cabangnya, sebagian dari mereka sudah tergolong tua, sehingga baik secara kreativitas dan inovatif kurang mampu mengikuti permintaan pasar.

2. Lokasi Pabrik

Lokasi pabrik yang terletak disekitar pasar dan kurang strategis, tidak mendukung dalam pendistribusian produk-produk Mustika Ratu. Kantor HRD yang berlokasi sama dengan pabrik, yaitu di Jl. Raya Bogor Km 26,4 Ciracas, Pasar Rebo Jakarta Timur, jauh dari kantor pusat yang merupakan pusat kegiatan, kuranglah menguntungkan baik bagi pihak internal maupun eksternal.

3. Distribusi

Saluran distribusi yang belum merata ke seluruh pelosok daerah merupakan salah satu kendala PT. Mustika Ratu dalam memasarkan produknya. Walaupun PT. Mustika Ratu memiliki jaringan distribusi yang luas, di beberapa cabang di kota-kota besar di pulau Jawa dan puluhan distributor di seluruh Indonesia dan mancanegara, tetap saja banyak ditemukannya barang kosong untuk beberapa produk di counter-counter Mustika Ratu. Khususnya untuk kawasan di luar pulau Jawa, belum adanya kantor cabang sehingga menyulitkan dalam mengukur penjualan di setiap daerah dalam mengontrol barang.

4. Bahan Baku

Di karenakan bahan yang dipakai oleh PT. Mustika Ratu adalah bahan baku dasar alami, untuk mendapatkannya tidaklah mudah, dan sangat tergantung akan iklim dan ketersediaan pasokan juga kualitas akan bahan baku tersebut. Sehingga PT. Mustika Ratu harus dapat mengantisipasi bila bahan baku tidak tersedia dan tidak memenuhi standar kualitas.

5. Produk
Banyaknya produk yang dikeluarkan oleh PT. Mustika Ratu menyebabkan PT. Mustika Ratu tidak dapat fokus untuk membuat salah satu produknya menjadi “brand image”. Dan bentuk packaging setiap produknya dapat dikatakan kurang menarik, kurang praktis dan ekonomis dibandingkan dengan kompetitor sejenisnya.

B. Masalah Pokok Eksternal

1. Promosi
Kurangnya program promosi Above The Line, seperti di media elektronik maupun media cetak dan Below the Line (demo kecantikan, consumer promotion dsb-nya), menyebabkan produk yang dikeluarkan oleh PT. Mustika Ratu kurang mendapat tanggapan positif dari masyarakat luas.

2. Customer Service Centre

Kehadiran Customer Service Centre dapat dikatakan tidak maksimal digunakan oleh para konsumen karena diantara mereka kebanyakan tidak mengetahui hal tersebut dan kurangnya informasi.

3. Kompetitor
Banyaknya kompetitor baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang menawarkan harga yang lebih kompetitif dan murah dengan hasil yang lebih maksimal merupakan kendala yang harus ditangani oleh PT. Mustika Ratu agar konsumennya tetap loyal menggunakan produk mereka.

4. Keadaan Ekonomi

Adanya krisis global memberikan dampak terhadap masyarakat untuk lebih mengutamakan kebutuhan primernya. Dengan kondisi serba sulit ini, berdampak pula pada penurunan daya beli konsumen, khususnya industri kosmetik yang hanya merupakan kebutuhan sekunder.

5. Image

Selama ini produk kosmetik Mustika Ratu dikenal sebagai kosmetika kalangan bawah, dikarenakan bentuk fisiknya yang tidak mengikuti zaman dan kurangnya peran Public Relations dalam memposisikan produk tersebut.

6. Duta Produk

Para talent yang digunakan PT. Mustika Ratu untuk mempromosikan produknya kurang sesuai dengan produk yang mereka bawakan. Dan kadang kala talent tersebut tidak dapat mempresentasikan produk tersebut dengan baik dan tidak dapat menunjukkan bahwa mereka adalah duta dari produk itu.

BAB III

PEMBAHASAN MASALAH

3.1 Analisis SWOT

1. Strength (Kekuatan)

- SDM

Dalam mengelola sumber daya manusia, PT. Mustika Ratu senantiasa mengacu kepada ketentuan yang tercantum pada ISO 9001 versi 2000 dan ISO 14001 versi 2004. Setiap tahun PT. Mustika Ratu mengadakan training untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan kerja para karyawan, baik dari level Supervisor, Superintendent dan Manager.

- Distribusi
PT. Mustika Ratu memiliki jaringan distribusi yang luas, di beberapa cabang di kota-kota besar di Pulau Jawa ditambah dengan puluhan distributor di seluruh Indonesia dan mancanegara, menjadikan produk-produk – nya tersebar di hampir setiap jenis outlet baik pasar tradisional maupun pasar modern.

- Produksi
Sebagai perusahaan industri kosmetika tradisional, PT. Mustika Ratu selalu berupaya meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengadopsi ISO 9001 versi 2000 untuk meningkatkan mutu produk demi peningkatan kepuasan pelanggan. Dalam proses produksi, PT Mustika Ratu juga telah menetapkan CPKB (Cara Produksi Kosmetika yang Baik) agar hasil produksinya dapat diterima di pasar lokal maupun mancanegara.

- Sertifikasi
Sertifikasi ISO 9001 versi 2000 dan Sertifikasi ISO 14001 versi 2004 membuktikan PT. Mustika Ratu secara kontinyu meningkatkan mutu produk demi kepuasan pelanggan dan selalu melakukan perbaikan secara berkesinambungan dengan memperhatikan perlindungan lingkungan yang selalu dievaluasi secara periodik oleh Sucofindo.

- Penghargaan
Penghargaan dari Bapak Gubernur DKI sebagai perusahaan yang telah melaksanakan pengolahan limbah dengan baik telah di terima PT. Mustika Ratu pada bulan Oktober 2005. Hal ini membuktikan PT. Mustika Ratu tetap konsisten untuk mengelola lingkungan dengan baik dan dalam segala kegiatannya senantiasa berwawasan lingkungan.

- Customer Service Centre

Dengan adanya Customer Service Centre ini, diharapkan perusahaan dapat berinteraksi langsung dengan konsumen, pelanggan maupun mitra usaha dan pada akhirnya menciptakan hubungan yang harmonis diantara mereka.

- Produk
PT. Mustika Ratu telah memproduksi lebih dari 700 jenis produk yang terdiri dari perawatan rambut, perawatan wajah, perawatan tubuh, make-up dasar, make-up artistik dan jamu untuk segala jenis usia maupun gender.


2. Weakness
(Kelemahan)

- Promosi
Kurangnya promosi yang dilakukan oleh PT. Mustika Ratu untuk memperkenalkan produk barunya dan membangun brand image dikalangan masyarakat luas masih terbilang terbatas. Selama ini PT. Mustika Ratu hanya fokus pada Pemilihan Putri Indonesia dalam membantu kegiatan promosinya. Itupun dirasa kurang membantu dalam mengangkat image produk Mustika Ratu dan meningkatkan penjualan.

- Tekhnologi
Dalam proses produksinya, PT. Mustika Ratu masih menggunakan tekhnologi standar. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya produksi dan biaya operasional.

- Kemasan
Bentuk fisik yang kurang menarik walaupun sering melakukan penggantian kemasan. Dan warna-warna yang dihasilkan kadangkala kurang mengikuti selera pasar.

- Merk
Nama merk yang dipakai seringkali kurang komersial sehingga orang kurang tertarik untuk membeli.

- Knowledge
Banyaknya produk yang dikeluarkan oleh PT. Mustika Ratu membuat para karyawannya sendiri tidak hapal akanMustika Ratu itu sendiri. Ini dapat dilihat dari para Beauty Consultant yang menunggu di counter hanya tahu produk yang umum-umum saja.

3. Opportunity (Peluang)

- Perluasan pangsa pasar ke mancanegara

- Dengan menjadi sponsor utama PPI (Pemilihan Putri Indonesia)

4. Threat (Ancaman)

- Adanya para pesaing yang mulai eksis di Indonesia

- Adanya promosi yang gencar dari para pesaing

3.2 Strategi Perusahaan

a. Strategi Promosi

Strategi yang dapat dilakukan pihak manajemen PT. Mustika Ratu untuk memperbaiki strategi promosinya selama ini yang menggunakan endorser puteri Indonesia

1. Menjadikan Puteri Indonesia sebagai bintang iklan produk Mustika Ratu.

2. Meningkatkan kegiatan promosi diluar ajang pemilihan Puteri Indonesia.

3. PT. Mustika Ratu harus menginformasikan kepada masyarakat bahwa Puteri Indonesia adalah duta PT. Mustika Ratu.

4. Memanfaatkan secara maksimal citra yang positif dari Puteri Indonesia.

5. Perseroan juga menjalankan program promosi secara efektif dan terarah dengan lebih menekankan pada promosi the bottom line seperti demo kecantikan di counter-counter , consumer promotion melalui kunjungan ke sekolah-sekolah, dan lain sebagainya.

b. Strategi Penjualan

Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan penjualan ke depan, perusahaan senantiasa memperbaiki sistem pendistribusian barang agar penyebarannya dapat merata ke seluruh pelosok daerah baik melalui cabang-cabang perseroan yang dibantu dengan depo-deponya maupun dari distributor-distributor yang tersebar di berbagai kota besar di seluruh Indonesia. Perseroan juga terus meningkatkan penetrasi pasar di mancanegara yang mengalami pertumbuhan penjualan cukup besar pada tahun 2005.

c. Strategi Pelayanan

Di pertengahan tahun 2005, perseroan membentuk consumer service center untuk mengaplikasikan konsep-konsep pemenuhan harapan pelanggan terhadap produk-produk perseroan. Dengan adanya consumer service center ini, perseroan diharapkan dapat berinteraksi dengan konsumen akhir , pelanggan maupun mitra usaha dan pada akhirnya dapat menciptakan hubungan yang harmonis diantara mereka.

d. Strategi Pemasaran

Perseroan terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dalam pasar domestik dan mancanegara dengan memproduksi dan memasarkan produk untuk segala jenis usia, jender maupun tingkat social masyarakat. Sebagai pelopor kecantikan, Perseroan senatiasa mengikuti trend tat arias yang menjadi dambaan seluruh wanita Indonesia dengan meluncurkan Trend Warna 2006 “Swarna Puspa Swarga” untuk seri Mustika Ratu dan “Uniquely You” untuk seri Mustika Puteri sebagai trend setter dalam tat arias remaja.

e. Strategi SDM

Perseroan secara aktif terus mengembangkan seluruh aspek yang berhubungan dengan sumber daya manusia .Pengembangan usaha perseroan menuntut adanya sumber daya manusia yang handal dengan standar kualitas yang tinggi pada setiap lini organisasi.Strategi utama yang dilakukan oleh perseroan adalah membangun dan mengembangkan kapabilitas organisasi untuk mendukung pertumbuhan usaha.Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan penguasaan teknis karyawan dalam mendukung seluruh kegiatan perseroan, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal.

Dalam mengelola sumber daya manusia, Perseroan senantiasa mengacu kepada ketentuan yang terkandung dalam ISO 9001 versi 2000 dan ISO 14001 versi 2004.Perseroan melakukan inisiatif dengan mengadakan training yang bertujuan untuk meningkatakan motivasi dan kemampuan kerja karyawan.

Selama tahun 2005 Perseroan telah mnegadakan training “The Power of Motivation and Personality”.Trainign yang dihadiri oleh 77 karyawan yang terdiri dari level Supervisor, Superintendent dan manajer tersebut bertujuan untuk memperbaiki karakter karyawan sehingga dapat berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja.

Di samping itu, Perseroan juga mengadakan training “Kiat jitu mengoptimalkan Performa Karyawan dengan prinsip Empati”.Training yang khusus ditujukan bagi para manajer ini menginformasikan tentang kiat-kiat untuk meningkatkan performa karyawan dengan prinsip empati.Dalam training tersebut dibahas cara-cara jitu untuk mengelola anak buah dan mempertahankan loyalitas bawahan dengan pendekatan empati. Selama tahun 2005 Perseroan telah mengirim 23 karyawan untuk mengikuti barbagai pelatihan maupun seminar dan workshop yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kerja dari karyawan.

f. Strategi Pasar Luar Negeri

Dalam rangka memenuhi permintaan pasar luar negeri atas produk-produk perseroan. Pada tahun 2005 Perseroan telah membuka pasar ekspor baru untuk Negara China dan Pakistan.Sedangkan rencana pengembangan pasar ekspor ke depan meliputi beberapa Negara seperti Nigeria, Philipina, dan Thailand.

Saat ini perseroan tengah giat melakukan strategi pemasaran khususnya di Negara Malaysia dengan meningkatkan penetrasi pasar di modern market dan menempatkan sales representative pada tiap-tiap distributor.Selain itu, perseroan juga menggiatkan aktivitas promosi above the line dan bottom the line.Sedangkan untuk Negara-negara lainnya strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan penambahan jenis item produk misalnya produk Ginteh di Arab Saudi dan produk seri Ayudara di Negara Rusia.Sedangkan di Negara Brunei Darussalam dan Hongkong, perseroan melakukan penerapan system Pareto Product sehingga persediaan produk menjadi lebih terkontrol dan service level meningkat.Disamping itu, perseroan terus meningkatkan promosi terutama kegiatan promosi below the line.

g. Strategi Distribusi

Perseroan memiliki jaringan distribusi yang luas, di beberapa cabang di kota-kota besar di pulau Jawa ditambah dengan puluhan distributor di seluruh Indonesia dan Mancanegara.Lalu menjadikan produk-produk perseroan tersebar di hampir setiap jenis outlet baik pasar tradisional maupun pasar modern.Pada tahun 2005 perseroan melakukan penataan kembali system distribusi dengan pengambilalihan distributor di kota-kota besar menjadi cabang beserta depo-deponya.

Perseroan juga melakukan persiapan yang diperlukan dengan menggunakan tim pengiriman khusus untuk memenuhi kebutuhan produk di outlet-outlet perseroan.Selain itu, perseroan melakukan perluasan fungsi cabang denga menyediakan sarana-sarana yang canggih, dan penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga target penjualan dapat tercapai dan selanjutnya dapat memberikan keuntungan yang diperlukan untuk perputaran modal kerja bagi operasional perseroan.

Dalam rangka mempercepat proses distribusi dan informasi kepada distributor dan retailer perseroan mengadakan kerjasama dengan PT.Indosat Tbk. Melalui kerjasama ini para retailer dan distributor dapat menikmati layanan menu M-Mustika Ratu melalui kartu Matrix. Menu tersebut memungkinkan para retailer dan distributor melakukan pemesanan barang, mendapatkan berita terkini mengenai perseroan serta menyampaikan saran dan masukan dengan praktis melalui telepon seluler.Dengan layanan ini diharapkan para retailer dan distributor dapat menikmati manfaat berupa penghematan waktu dan penyederhanaan prosedur pemesanan barang sehingga mempercepat proses distribusi barang ke pasar.

h. Strategi Produksi

Dalam melakukan proses produksi perseroan telah menerapkan CPKB (Cara Produksi Kosmetika yang Baik) dan CPOTB (Cara Produksi Obat Tradisional yang Baik) agar hasil produksinya bisa diterima pasar local maupun mancanegara.Dalam iklim bisnis yang tingkat persaingannya sangat ketat, tuntutan produk yang sesuai dengan selera konsumen menjadi sulit karena pilihan dipasar yang sangat beragam, sehingga diperlukan produk yang berkualitas, praktis dan ekonomis. Kinerja yang optimal san efisiensi di segala bidang menjadi suatu keharusan agar pemenuhan kebutuhan konsumen tercapai.

Perseroan berupaya selalu melakukan inovasi produk baik dengan diversifikasi produk, diversifikasi pasar, penggantian kemasan, ukuran dan label sejalan dengan kebutuhan pasar, gaya hidup dan trend.Pada tahun 2005 telah diluncurkan produk trend warna untuk Eye Shadow dan Lipstick seri Mustika Ratu dan Mustika Puteri.Selain itu, perseroan melakukan penggantian kemasan Body Care Mustika Ratu dan meluncurkan produk Body Milk seri Mustika Puteri, Roll On seri Bask dan Masker 7,5 gram seri Mustika Ratu guna mendukung pengembangan produk.Perseroan juga menambah investasi mesin label dan melakukan modernisasi proses jamu untuk pembuatan Tapel, Parem, Pilis serta system pengeringannya.

Perseroan selalu berupaya meningkatkan kompetensi karyawan dibidangnya masing-masing dengan melakukan training internal maupun eksternal sesuai dengan persyaratan dalam penerapan system manajemen mutu sehingga didapat produk yang berkualitas dengan biaya ekonomis karena setiap tahap proses selalu dikontrol agar produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar yang diterapkan.

Untuk meghadapi dinamika pasar yang penuh tantangan, perseroan mengambil langkah-langkah strategis yang tepat agar mampu memenuhi ataupun menyesuaikan diri dengan perubahan dan keinginan pasar, seperti membuat produk dengan biaya yang lebih rendah dan kemasan yang lebih ekonomis tanpa mengurangi manfaat dan kualitas, sehingga harganya menjadi lebih kompettitif.

Perkembangan usaha spa melalui system franchise masih memiliki potensi yang sangat besar, baik di dalam mauppun di luar negeri.Perubahan gaya hidup dalam masyarakat yang menuntut adanya keseimbangan antara kerja keras dan relaksasi telah menciptakan peluang-peluang dalam usaha spa menjadi potensial.

Jamu sebagai salah satu produk asli Indonesia memegang peranan penting bagi perseroan di pasar ekspor, dimana hamper 80% produk ekspor perseroan adalah jamu.Oleh karena itu, perseroan tetap mengembangkan produk-produk jamu baru untuk dipasarkan ke Negara-negara tujuan ekspor.Produk jamu memiliki unique selling point yang tinggi sehingga mampu diterima dengan baik di pasar ekspor.

Dengan melakukan analisis SWOT perusahaan dapat dengan segera memberikan respon terhadap kebutuhan konsumen dan mempertahankan pangsa pasarnya dari pesaing. Dengan menggunakan metode SWOT pula, penulisan ilmiah ini berujuan untuk mengetahui penentuan strategi pemasaran yang relevan bagi PT. Mustika Ratu. Tbk, serta mengetahui persaingan usaha kosmetika dan perawatan tubuh lainnya. Hasil dari analisis strategi faktor internal dan eksternal diketahui bahwa posisi Mustika Ratu berada dalam posisi pertumbuhan, posisi dimana strategi tersebut merupakan pertumbuhan perusahaan itu sendiri atau upaya diversifikasi, dengan tetap mengantisipasi tantangan dan ancaman pesaing yaitu semua perusahaan kosmetika dan perawatan tubuh baik pesaing besar, pesaing lama dan pendatang baru, serta tetap mengontrol kekuatan dan kelemahan internal serta terus melihat dan memanfaatkan peluang yang setiap saat muncul.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Banyak produk kosmetik yang bermunculan di pasaran dan persaingan semakin ketat terutama dalam produk kosmetik dalam memberikan penawaran – penawaran yang menarik sehingga dapat mempengaruhi konsumen, hal ini yang menyebabkan salah satu factor yang menyebabkan penurunan daya beli konsumen. Hal ini merupakan kendala yang sangat berat yang dihadapi salah satu perusahaan kosmetik ternama yaitu PT Mustika Ratu dalam mempertahankan produknya dan menjaga kepercayaan konsumennya dalam produk – produknya. Kendala tersebut muncul dari dua aspek yaitu dari aspek internal dan aspek eksternal diantaranya yaitu kurangnya tenaga SDM yang muda yang masih banyak pemikiran kreatif, lokasi perusahaan yang kurang strategis, kurangnya promosi – promosi, kemasan produk yang kurang menarik sehingga konsumen beralih ke produk yang lain, kurang tanggap dalam merespon selera pasar, dsb.

Dengan mempertimbangkan banyak factor di atas PT Mustika Ratu harus segera mengambil solusi yang terbaik dengan beberapa cara yaitu dengan tanggap merespon selera pangsa pasar apa yang dibutuhkan atau apa yang sesuai dengan trend saat ini, membuat kemasan yang menarik sehingga konsumen tertarik untuk membeli dan mengkonsumsinya dalam jangka waktu lama dengan tetap memperhatikan komposisi dan keamanannya, dengan promosi – promosi seperti sebagai sponsor utama dalam Pemilihan Putri Indonesia (PPI), dan tetap mempertahankan CPKB (Cara Produksi Kosmetika yang Baik) dan CPOTB (Cara Produksi Obat Tradisional yang Baik) sehingga aman dikonsumsi oleh wanita dan ramah lingkungan.

Referensi :

1. www.mustika-ratu.co.id

2. http://library.gunadarma.ac.id/

3. http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

4. http://www.detikfinance.com

5. www.idx.co.id

6. www.tyasarifianti.blogspot.com

7. www.google.com